Konsep Keperawatan Herpes Simplek



A.      Konsep Keperawatan
1.      Pengkajian
a.       Aktivitas/istirahat
Tanda : kurang tidur / gangguan tidur ; gangguan hubungan seksual , emosional, dan menstruasi pada wanita ; sering berganti-ganti pasangan ; hubungan seksual yang tidak aman; malaise
b.      Sirkulasi
Tanda : kulit hangat , demam ; peningkatan TD/nadi akibat demam , nyeri , ansietas , kemerahaan disekitar vulva, sakit kepala , pembengkakan nodus limfe pada paha.
c.       Eliminasi
Tanda : rabas purulent pada wanita : disuria (nyeri saat berkemih ) , rasa terbakar/ melepuh.
d.      Makanan/cairan
Tanda : anoreksia, penurunaan BB akibat ansietas
e.       Nyeri/kenyamanan
Tanda: nyeri pada area vulva/genetalia : nyeri pada otot (mialgia) , radang papula dan vesikel yang berkelompok di permukaan genetalia , gatal.
f.       Keamanaan
Tanda : demam , kemerahaan , dan membengkak ( edematosa ) , penyakit imunokompromise ( HIV/leukemia ) , lesi yang sulit sembuh dan berkerak.
g.      Penyuluhaan pembelajaran
Tanda : riwayat penyakit menular seksual , hygine yang tidak adekuat khususnya daerah genetalia , riwayat penykit imunokompromise , gaya hidup hubungan seksual yang tidak aman.
2.      Diagnosis Keperawatan
a.       Hipertermia b/d penyakit
b.      Nyeri akut b/d cedera biologis
c.       Gangguan cita agens biologis
d.      Risiko mata kering
e.       Kerusakaan intergriitas kulit b/d gangguan turgor kulit
f.       Risiko infeksi
g.      Ansietas b/d penularaan interpersonal








3.      Intervensi Keperawatan
No
Diagnosis Keperawatan
NOC
NIC
1.
Hipertermia berhubungan dengan penyakit
Definisi:
Suhu inti tubuh di atas kisaran normal diurnal karena kegagalan termoregulasi.
Batasan karakteristik:
1.      Gelisah
2.      Kulit kemerahan
3.      Kulit terasa hangat

NOC
-          Termoregulasi
-          Keperawatan infeksi 
Kriteria hasil
-          Hipertermia dengan skala target autcome dipertahankan pada skala 2 (cukup berat) ditingkatakan ke skala 4 (ringan)
-          Kemerahan dengan skala target autcome dipertahankan pada skala 2 (cukup berat) ditingkatakan ke skala 4 (ringan)

NIC
1.    Perawatan demam
-           Pantau suhu dan tanda-tanda vital lainnya
-          Monitor warna kulit dan suhu
-          Monitor asupan dan keluaran , sadari perubahaan kehilangaan cairan yang tak dirasakan
-          Beri obat atau cairan IV
-          Tingkatkan sirkulasi udara
2.    Perlindungan infeksi
-          Monitor adanya tanda dan gejala infeksi sistemik dan local
-          Monitor kerentanan terhadap infeksi
-          Batasi jumlah pengunjung, yang sesuai
-          Periksa kulit dan selaput lendir untuk adanya kemerahaan, kehangatan ekstrem atau drainase.
-          Anjurkan asupan cairan dengan tepat
3.    Pengecekan kulit
-          Amati warna,  kehangatan, bengkak, palpasi, tekstur, edema, dan ulserasi pada ekstremitas
-          Gunakan alat pengkajiaan untuk mengidentifikasi pasien yang beresiko mengalami keruskan kulit
-          Monitor kulit dan selaput lendir terhadap area perubahaaan warna, memear, dan pecah.
-          Monitor kulit untuk adanya ruam dan lecet.
-          Monitor kulit untuk adanya kekeringan yang berlebihan dan kelembabapan.
2.
Nyeri akut berhubungan dengan agens cedera biologis
Definisi :
Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan yang muncul akibat kerusakan jaringan actual atau potensial atau yang digambarkan sebagai kerusakaan , yang tiba-tiba atau lambat dari intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat antisipasi atau di prediksi.
Batasan karakteristik :
1.      Bukti nyeri dengan menggunakan standar daftar periksa nyeri untuk pasien yang tidak dapat mengungkapkannya.

2.      Ekspresi wajah nyeri meringis
3.      Fokus pada diri sendiri
4.      Laporan tentang perilaku nyeri/ perubahaan aktvitas
5.      Mengekspresikan perilaku
6.      Perubahan posisi untuk menghindari nyeri
7.      Sikap melindungi area nyeri
8.      Sikap tubuh melindungi 
NOC
-          Kontol nyeri
-          Tingkat nyeri
-          Tanda-tanda vital
Kriteria hasil :
-          Mengenali kapan nyeri terjadi dengan skala targert outcome di pertahankan pada skala 2 ( jarang menunjukkan ) ditingkatkan ke skala 4 ( sering menunjukan )
-          Nyeri yang dilaporkan dengan skala target outcome dipertahankan pada skala 2 ( cukup berat ) ditingkatkan ke skala 4 ( ringan )
-          Suhu tubuh dengan skala target 2 (deviasi yang cukup besar dari kisaran normal) ditingkatkan ke skala 4 (deviasi ringan dari kisaran normal).
NIC
1.      Manajemen nyeri
-          Lakkan pengkajian nyeri kompherensif yanga meliputi lokasi, karakteristi, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas atau beratnya nyeri dan faktor pencetus
-          Observasi adanya petunjuk nonverbal mengenai ketidaknyamanan terutama pada mereka yang tidak dapat berkomunikasi secara efektif
-          Tentukan akibat dari pengalaman nyeri terhaadap kualitas hidup pasien
-          Kendalikan faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi respon pasien terhadap ketidaknyamanaan.
-          Ajarakan penggunaan teknik nonfarmakologi.
2.      Pengaturan posisi
-          Tempatkan pasien diatas tempat tidur teraupetik
-          Dorong pasien untuk terlibat dalam perubahaan posisi
-          Masukan posisi tidur yang diinginkan kedalam rencana perawatan jika tidak ada kontraindikasi.
-          Jangan menempatkan pasien pada posisi yang bisa meningkatkan nyeri
-          Jangan memposisikan pasien dengan penekanaan pada luka.
3.      Pemberian analgetik
-          Tentukan lokasi, karakteristik, kualitas dan keparahaan nyeri sebelum mengobati pasien
-          Cek perintah pengobatan meliputi obat, dosis, dan frekuensi obat analgesic yang diresepkan.
-          Cek adanya riwayat alergi obat
-          Tentukan pilihan obat analgesic
-          Pilih rute intravena daripada rute intramuscular, unuk injeksi pengobatan nyeeri yang sering, jika memungkinkan.
3.
Gangguan citra tubuh berhubungan dengan penyakit
Definisi :
Konfusi dalam gambaran mental tentang diri fisik individu
Batasan karakteristik :
1.      Gangguan fungsi tubuh
2.      Gngguan pandangan tentang tubuh seseorang
3.      Gangguan struktur tubuh
4.      Persepsi yang merefleksikan perubahan pandangan tentang tubuh seseorang
5.      Persaan negatif tentang tubuh
6.      Perilaku memantau tubuh
NOC
-          Citra tubuh
-          Fungsi seksual
-          Keseimbangan gaya hidup
Kriteria hasil:
-          Gambaran internal diri dengan skala tareget autcome dipertahanakan dengan skala 2 (jarang positif) ditingkatkan ke skala 4 (sering positif)
-          Mengespresikan keinginan terhadap seks dengan skala target outcome dipertahankan pada skala 2 (jarang menunjukan) ditingkatakan ke skala 4 (sering menunjukan)
-          Mengevaluasi area-area yang di persepsikan sebagai ketidakseimbangan dalam gaya hidup dengan skala target outcome dipertahankan pada skala 2 (jarang dilakukan) ditingkatakan ke skala 4 (sering dilakukan)

NIC
1.         Peningkatan citra tubuh
-            Tentukan harapan citra diri pasien didasarkan pada tahap perkembangan
-            Bantu pasien memisahkan penmpilan fisik dari perasaan berharga secara pribadi, dengan cara yang tepat
-            Identifikasi dampak dari budaya pasien, agama, ras, jenis kelamin, manusia terkait dengan citra diri
-            Monitor apakah pasien bisa melihat bagian tubuh
-            Bantu pasien untuk menentukan pengaruh dari peer group terhadap persepsi pasien mengenai citra tubuh saat ini
2.         Peningkatan kesadaran diri
-            Dukung pasien untuk mengenal dan mendiskusikan pikiran dan perasaannya
-            Verbalisasikan penolakan pasien terhadap realitas dengan tepat
-            Bantu pasien untuk memeriksa kembali persepsi negative mengenai diri
-            Bantu pasien untuk mengidentifikasi sumber motivasi
-            Fasilitasi pasien untuk mengidentifikasi pola respon yang biasa dilakukan untuk situasi yang bervariasi
3.         Pengajaran seksualitas
-            Diskusikan perilaku seksual dan cara-cara yang tepat untuk mengungkapkan perasaan dan kebutuhan seseorang
-            Tingkatkan tanggung jawab terhadap perilaku seksual
-            Diskusikan manfaat pantang seks
-            Instruksikan aksebilitas kontrasepsi dan bagaimana untuk mendapatkannya
-            Diskusikan apa nilai-nilai, bagaimana mereka kita dapatkan, dan efeknya pada pilihan-pilihan kita dalam hidup
4.
Risiko mata kering
Definisi :
Rentan terhadap ketidaknyamanan mata atau kerusakan kornea dan konjungtiva karena penurunan kuantitas atau kualitas air mata untuk melembabkan mata, yang dapat mengganggu kesehatan
Faktor risiko :
1.      Gaya hidup
2.      Penyakit autoimun
3.      Riwayat alergi
NOC
-          Keparahan mata kering
-          Deteksi risiko
-          Kontrol risiko
Kriteria hasil :
-          Penurunan produksi air mata dengan skala target outcome dipertahankan pada skala 2 (cukup berat) ditingkatakan ke skala 4 (ringan)
-          Mengenali tanda dan gejala yang mengindikasikan risiko dengan skala target outcome dipertahankan pada skala 2 (jarang menunjukkan) ditingkatakan ke skala 4 (sering menunjukkan)
-          Memodifikasi gaya hidup untuk mengurangi risiko dengan skala target outcome dipertahankan pada skala 2 (jarang menunjukkan) ditingkatakan ke skala 4 (sering menunjukkan)
NIC
1.          Pencengahan mata kering
-            Monitor tanda-tanda dan gejala mata kering
-            Kenali krakteristi pribadi dan faktor lingkungan yang dapat meningkatkan potensi mata kering
-            Monitor refleks kedipan mata
-            Identifikasi posisi kelopak mata
-            Monitor banyaknya air mata yang keluar dengan penggunaan tetes mata strip
2.          Perawatan mata
-            Monitor kemerahan, eksudat, atau ulserasi pada mata
-            Anjurkan pasien agar tidak menyentuh mata
-            Monitor refleks kornea
-            Tutupi mata jika diperlukan 
-            Beri salep mata yang sesuai
3.          Menejemen alergi
-            Identifikasi alergi yang diketahui dan reaksi yang tidak biasa
-            Dukumentasikan semua informasi mengenai alergi dalam rekam medis, sesuai dengan prosedur
-            Identifikasi segera tingkat ancaman terhadap munculnya reaksi alergi dalam status kesehatan pasien
-            Monitor adanya anafilaksis berulang dalam 24 jam
-            Siapkan obat-obatan intik mengurangi atau meminimalkan respon alergi
5.
Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan gangguan turgor kulit
Definisi :
Kerusakan pada epiderfmis dan / atau dermis
Batasan karateristik :
1.      Kerusakann integritas kulit
2.      Benda asing menusuk permukaan kulit
NOC
-          Penyembuhan luka: primer
-          Status sirkulasi
-          Status nutrisi
Kriteria hasil:
-          Memperkirakan kondisi kulit dengan skala target outcome di pertahankan pada skala 2 (terbatas) ditingkatkan ke skala 4 (besar)
-          Penurunan suhu kulit dengan skala target outcome di pertahankan pada skala 2 (cukup berat) ditingkatkan ke skala 4 (ringan)  
-          Asupan gizi dengan skala target outcome di pertahankan pada skala 2 (banyak menyimpang dari rentang normal) ditingkatkan ke skala 4 (sedikit menyimpang dari rentang normal)
-           

NIC
1.         Perawatan luka
-            Cukur rambut disekitar daerah yang terkena, sesuai kebutuhan
-            Monitor karakteristik luka, termasuk drainase, warna, ukuran, dan bau
-            Ukur luas luka, yang sesuai
-            Singkirkan benda-benda yang tertanam pada luka
-            Bersihkan dengan normal saline atau pembersih yang tidak beracun, dengan tepat
-            Oleskan salep yang sesuai dengan kulit/lesi
-            Berikan balutan yang sesuai dengan jenis luka
2.         Irigasi luka
-            Jelaskan tindakan kepada pasien
-            Bantu pasien untuk mendpapatkan posisi yang nyaman, pastiaan cairan irigasi akan mengalir berdasarkaan gravitasi dari daerah yang sedikit terkontaminasi kearah yang terkontamintasi lebih banyak
-            Lepaskan balutan dan inspeksi luka dan jaringan sekitar, laporkan adanya anormalitas kepada petugas kesehatan yang tepat sesuai kondisi pasien.
-            Bersihkan dan keringkan area sekitar luka setelah prosedur selesai
-            Tutup luka dengan jenis balutan steril yang sesuai.
3.         Perawatan kulit : pengobatan topical
-            Bersihkan dengan sabun antibakteri, dengan tepat
-            Sapu kulit dengan bubuk obat, dengan tepat
-            Berikan pijitan punggung / leher dengan tepat
-            Berikan anti inflamasi topical untuk daerah yang terkena, dengan tepat.
-            Dokumentasikan derajat kerusakaan kulit
6.
Risiko infeksi
Definisi :
Rentan mengalami invasi dan multiplikasi organism patogenik yang dapat menganggu kesehatan.
Faktor risiko :
1.      Kurang pengetahuaan untuk menghindari pemajanaan pathogen
2.      Gangguan integritas kulit
3.      Immunosupresi terpajan pada wabah
NOC
-          Status imunitas
-          Deteksi risiko
-          Manajemen diri : penyakit kronik
Kriteria hasil :
-          Titer antibody dengan skala target outcome di perthankan pada skala 2 (banyak terganggu ) ditingkatkan ke skala 4 ( sedikit terganggu )
-          Mengenali tanda dan gejala yang mengidikasikan risiko dengan skala target outcome di pertahankan pada skala 2 (jarang menunjukan) ditingkatkan ke skala 4 (sering menunjukan)
-          Menggunakan startegi untuk koping dengan afek penyakit di pertahankan pada skala 2 (jarang menunjukan)  ditingkatkan ke skala 4 ( sering menunjukan ).
NIC
1.      Kontrol infeksi
-           Bersihkan lingkungan dengan baik setelah digunakan untuk setiap pasien
-          Isolasi orang yang terkena penyakit menular
-          Batasi jumlah pengunjung
-          Ajarkan pasien dan keluarga mengenai bagaimana menghindari infeksi
-          Berikan antibiotic yang sesuai

2.      Perlindungan infeksi
-          Monitor adanya tanda dan gejala infeksi sistemik sistemik dan local
-          Hindari kontak dengan hewan peliharaan
-          Instruksikan pasien untuk minum anti biotik yang di resepkan
-          Anjurkan istirahat
3.      Identifikasi risiko
-          Kaji ulang riwayat kesehatan masa lalu dan dokumentasikan bukti yang menunjukkan adanya penyakit medis, diaknosa keperawatan serta perawatannya
-          Pertimbangkan fungsi dimasa lalu dan saat ini
-          Implementasikan aktifitas-aktifitas pengurangan risiko
-          Kaji ulang data yang di dapatkan dari pengkajian risiko secara rutin
-          Pertimbangkan kriteria yang berguna dalam memprioritaskan area area untuk mengurangi faktor risiko ( misalnya, kesadaran dan motivasi, efektivitas, biaya, klayakan, pilihan pilihan, kesetaraan, stikma, dan keparahaan hasil jika faktor risiko masih belum terselesaikan ) 
7.
Ansietas berhubungan dengan penularan interpersonal
Definisi:
Perasaan tidak nyaman atau kekhawatiran yang samar di sertai respon otonom, perasaan takut yang di sebabkan oleh antisipasi terhadap bahaya. Hal ini merupakan syarat kewaspadaan yang memperingatan individu akan adanya bahaya yang memampukan individu untuk bertindak menghadapi ancaman.
Batasan karakteristik :
1.      Gelisah
2.      Insomnia
3.      Mengekspesikan kekhawatiran karena perubahan dalam peristiwa hidup
4.      Penurunan produktifitas
5.      menyesal
NOC
-          kontrol kecemasan diri
-          kontrol diri terhadap distrosi pemikiran
-          status kenyamanan
kriteria hasil :
-          mengunakan strategi koping yang efektif dengan skala target outcome dipertahankan pada skala 2 ( jarang dilakukan ) ditingkatkan ke skala 4 ( sering dilakukan )
-          mempertahankan afek yang konsisten dengan alam perasaan dengan skala target outcome dipertahankan pada skala 2 ( jarang menunjukkan ) ditingkatkan ke skala 4 ( sering menunjukkan )
-          kesejahteraan fisik dengan skala target outcome dipertahankan pada skala 2 ( banyak terganggu ) ditingkatkan keskala 4 ( sedikit terganggu )


NIC
1.      Pengurangan kecemasan
-          Gunakan pendekatan yang tenang dan meyakinkan
-          Bantu klien mengidentifikasi situasi yang memicu kecemasan
-          Kaji untuk tanda verbal dan non verbal kecemasan
-           Dengarkan klien
-          Ciptakan atmosfir rasa aman untuk meningkatkan kepercayaan
2.      Peningkatan koping
-          Bantu pasien dalam mengidentifikasi tujuan jangka pendek dan jangka panjang yang tepat.
-          Berikan penilaian ( kemampuan ) penyesuaian pasien terhadap perubahan perubahan dalam citra tubuh, sesuai dengan indikasi.
-          Sediakan pasien pilihan pilihan yang realistis mengenai aspek perawatan
-          Sediakan informasi actual mengenai diagnosis, penanganan, dan prognosis
-          Evaluasi kemampuan pasien dalam membuat keputusan
3.      Terapi relaksasi
-          Gambarkan rasionalisasi dan manfaat relaksasi serta jenis relaksasi yang tersedia ( misalnya, music, meditasi, bernafas dengan ritme, relaksasi rahang dan relaksasi otot progresif )
-          Uji penurunan tingkat energi saat ini, ketidakmampuan untuk konsentrasi, atau gejala lain yang mengiringi yang mungkin mempengaruhi kemampuan kognisi untuk berfokus pada teknik relaksasi
-          Ciptakan lingkungan yang tenang dan tanpa distraksi dengan lampu yang redup dan suhu lingkungan yang nyaman, jika memungkinkan,
-          Pertimbangkan keinginan individu untuk berpartisipasi, kemampuan berpartisipasi, pilihan, pengalaman masa lalu dan kontra indikasi sebelum memilih strategi relaksasi tertentu
-          Evaluasi dan dokumentasikan respon terhadap terapi relaksasi.

4.      Implementasi
Implementasi keperawatan adalah tahap pelaksanaan yang dimulai setelah rencana tidankan disusun untuk membantu klien mencapai tujuan yang diharapkan. Oleh karena itu rencana tindakan yang spesifik dilaksanakan untuk memodifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi masalah kesehatan klien.
5.      Evaluasi
Perencanaan evaluasi memuat kriteria keberhasilan proses dan keberhasilan tindakan keperawatan, keberhasilan proses dapat dilihat dengan jalan membandingkan antara proses dengan pedoman atau rencana proses tersebut. Sedangkan keberhasilan tindakan dapat dilihat dengan membandingkan antara tingkat kemandirian pasien dan tingkat kemajuan kesehatan pasien dengan tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Asuhan Keperawatan Laringitis

SAP Sindrom Nefrotik

Asuhan Keperawatan Hiperparatiroid